Aku hanya berbicara dalam hati, sembari berharap bahwa Allah akan menyampaikan ini pada dia yang saat ini sedang berjuang...
Aku yakin, kata-kata dan bisikanku tadi terdengar hingga ke dalam pejam matamu.
Adik... Yang kuat ya, aku tahu tak semudah itu kau menyerah... Yang kuat ya, setelah itu bangun... Masih banyak hal yang harus kita lakukan kan? Bukankah kau akan menyetirkan mobil ini sehingga aku bisa duduk sebagai penumpang?
Sederhana memang... Aku menunggumu dari sajadah yang belum kau lipat, di rumah.
0 Komentar