Anak Kecil yang Memasuki Indomaret…

Aku memarkir mobilku di halaman sebuah minimarket, ya Indomaret. Aku belum keluar dari mobilku, masih menyiapkan tas selempang untuk kubawa keluar. Tak berselang lama, ada seorang anak kecil laki-laki tiba dengan sepeda kayuhnya. Agak canggung, sepertinya dia jarang ke minimarket.

Aku turun, masuk ke minimarket tersebut. Selang beberapa detik kemudian anak itu juga masuk sebelum aku menutup penuh pintunya. Kutahan sejenak, dan membiarkan dia masuk.

Seketika anak itu benar-benar menyita perhatianku, dia langsung bergegas berjalan ke rak yang dituju. Aku terdiam, seperti ada yang tiba-tiba menusuk dadaku.

Sambil aku berjalan ke rak untuk membeli kopi dan beberapa camilan, aku sesekali melirik kemana anak kecil tadi. Aku masih ingat, dia mengenakan topi berwarna biru.

Ya Allah, sesak dan makin sesak. Masih melekat dia dengan bergegas memasuki minimarket ini dengan sedikit canggung. Lagi-lagi aku terdistract bahwa dia, jarang atau bahkan ini pertama kalinya dia berbelanja ke minimarket.

Serasa aku ingin meneteskan air mata. Ya Allah, apakah masa kecilku seperti dia? Anak kecil yang dituntut harus bisa dalam segala hal, sebelum waktunya? Anak kecil yang dipaksa kuat oleh keadaan…

Aku sedikit terburu mencari belanjaanku, berharap ketemu di meja kasir bersamaan. Tapi sebelum aku menyelesaikan belanjaanku, anak tersebut telah menyodorkan belanjaannya. Hanya 1 barang, dan aku tak tahu apa itu. 

Kulihat dia sambil mengeluarkan uangnya, terlihat bahwa dia tidak mahir dalam berbelanja. Dia membayar dan memasukkan barang belanjaannya ke dalam tas.

Aku buru-buru berharap bisa membayarinya, tetapi terlambat. Berpapasan, dia tidak kuat membuka pintu minimarket. Aku membantunya, dan tertegun seakan tubuh ini membeku.

Ya Allah, benar… dia anak yang dipaksa kuat sebelum usianya, dia anak yang dipaksa bisa sebelum waktunya. Makin berat pelupuk mata ini, hanya terdiam melihat dia mulai memindah dan mengayuh sepeda kecilnya.

Beberapa detik kemudian aku baru ke kasir, membayarnya dan benar-benar diam. Kuangkat barang-barangku ke mobil dan… entahlah, aku masuk ke mobil dan air mata ini tak tertahankan. 

Ya Allah… ya Allah… anak kecil tadi mengingatkan aku pada diriku dan dia yang kupanggil “adik”.

5-10 menit aku diam, hanya bisa berdoa… #crying


1 Komentar

  1. Masnya keren, dari satu momen di minimarket bisa menjadi refleksi yang sangat menyentuh. Semoga anak malang itu diberkahi selalu oleh Allah Swt, aamiin...

    BalasHapus