Hening, Aku Tersenyum Untukmu

Ku aduk teh hangatku, seketika aku ingin menambahkan madu. Aku duduk menyendiri, Bapak dan Ibuku telah pulas beberapa waktu yang lalu. Embun mulai turun, terasa uap-uap dingin mulai meresap ke dalam kulitku. Aku menggetarkan tubuhku, antara kedinginan dan sekedar mengendorkan otot-ototku.

Aku buka akun facebookku, belum ada balasan lagi dari pesan yang aku kirim tadi sore. Aku tahu, ini akan berlangsung lama.. Aku harus bersabar, dan aku yakin aku bisa bersabar dan aku menunggu.. :)

Kuteguk minumanku, dan kurasakan bahwa minumanku ini terlalu manis. Huft.. Tapi sepertinya aku malas untuk ke dapur dan menambahkan air lagi. Sejenak kulupakan setumpuk pekerjaan yang harus kuselesaikan besok hari, aku sandarkan tubuhku sambil menonton siaran TV. Malam ini begitu sepi, begitu tenang, dan begitu hening.. Kali ini kulukis secarik senyum kecil, untuk sang pemimpi kecilku.. :)

0 Komentar